Can i be close to you?

Biar sedikit ada postingan sok galau ala-ala adik SMA maka saya posting saja video musik berikut ini. Sekalian deh saya sertakan liriknya, biar kamu yang baca ikutan nyanyi atau lebih lagi, ikutan terbawa suasananya.

“Bloom”

In the morning when I wake
And the sun is coming through,
Oh, you fill my lungs with sweetness,
And you fill my head with you.
Shall I write it in a letter?
Shall I try to get it down?
Oh, you fill my head with pieces
Of a song I can’t get out.
Can I be close to you?
Oh-oh-oh-ooh, ooh
Can I be close to you?
Ooh, ooh.
Can I take it to a moment
Where the fields are painted gold
And the trees are filled with memories
Of the feelings never told?
When the evening pulls the sun down,
And the day is almost through,
Oh, the whole world it is sleeping,
But my world is you.
Can I be close to you??
Advertisements

Sedang tidak ingin sendiri

Ada kalanya saya tidak ingin sendirian, seperti saat ini.

Selama ini buat saya, menunggu itu menyenangkan, namun menunggu dengan berteman ekspektasi ternyata mengerikan. 

Saya sedang tidak ingin sendirian, karena ekspektasi ini menakutkan. 

Saya sedang tidak ingin sendirian, karena harapan indah ini sebentar lagi berkesudahan. 9 September 2016, bisa jadi awal, ya, pasti jadi awal. Karena saya belum mau usai.

Kalaupun kenyataan nanti tidak sesuai ekspektasi, setidaknya saya masih bisa coba lagi.

Tapi saat ini, saya tidak ingin sendiri. Saya putuskan untuk menulis keinginan itu di blog ini, supaya apapun yang terjadi nanti, bagaimanapun ekspektasi mewujud nanti, saya akan ingat bahwa saya pernah melalui momen ini. Waktu dimana saya tidak ingin sendiri.

Ada yang bilang, kalau mimpimu tidak membuat kamu takut, berarti mimpi itu tidak besar.

Ya, saya takut. Karena mimpi ini sebesar itu. Mimpi yang pernah hadir dalam tidur saya dan rasanya sangaaaaaat nyata. Entah saya siap atau tidak, tapi saya sudah mencoba. Saya sudah jalan, dan tinggal menunggu saja waktunya.

Saya takut, seperti tikus yang gundah ketika ingin menyebrang jalan. Nyebrang, jangan, nyebrang, jangan, nyebrang….. Tapi harus liat kiri kanan.

Kalau tidak, nanti dilindas roda kendaraan.

Sekian. Selamat menunggu, selamat tidak ingin sendirian!

Dongeng Semut 

Semut kecil menangis, tersesat dari kawanannya yang melacak jejak remahan biskuit di lantai dapur sebuah rumah mewah.

Semut kecil berumur hitungan hari lantas mencoba mencari, berjalan sendiri ditemani kekhawatiran dan rasa takut yang kian membuat nyalinya ciut.

Tibalah sang semut di depan sebuah pintu besar terbuat dari besi. Ketika didekati, pintu besar tersebut mengeluarkan bunyi menderu, seolah ada sesuatu yang terkungkung ingin keluar dari balik pintu.

Ops, nyaris saja sang semut kecil terinjak telapak kaki anak manusia berusia belasan tahun yang membuka si pintu besi.

Dari bawah, si semut kecil dapat merasakan perubahan suhu udara yang mendadak sejuk ketika pintu besi dibuka.

Sang anak belasan tahun meraih botol berisi minuman sari buah mangga. Permukaan botol yang licin, membuat cengkraman tangan anak belasan tahun tak optimal. Botol berisi sari buah mangga jatuh ke lantai, sebagian cairan manis berserak keluar dari botolnya.

Semut kecil kewalahan, air bah berwarna kuning lengket menenggelamkannya.

Anak belasan tahun memungut botol minuman yang isinya masih tersisa lebih dari setengah, berteriak “Bibi, tolong ambil kain lap dan pel lantainya yaaaa!” Kemudian berlalu, meninggalkan semut kecil yang berenang dalam genangan sari buah mangga.

Mengira ini akhir hidupnya, semut kecil berupaya keluar dari genangan sari mangga, menggerak-gerakkan kakinya, berharap secepatnya bisa keluar dari samudera sari mangga.

“Glek!” Tanpa sengaja semut kecil menelan air sari mangga. Manis, rasa kesukaan kaumnya.

“Manis! Manis! Hore!” Teriak semut kecil kegirangan dalam hati.

Diteguknya sari mangga banyak-banyak. Rasa manis yang membuatnya bahagia, kemudian lupa bahwa dia harus mencari koloninya.

Berenang, bekecipak, sambil sering kali meminum sari buah mangga, semut kecil kegirangan.

Sadar berada di samudera cairan manis berwarna kuning, semut kecil memanfaatkannya untuk berleha-leha. “Untuk apa berjalan jauh kalau disini sudah ada, untuk apa mencari lagi kalau disekelilingnya air manis melimpah ruah”

“Aaaaaaaargh……” tepat ketika semut kecil menyelonjorkan kaki-kakinya, mencari posisi paling nyaman di lautan sari mangga, tiba-tiba badannya ditimpa sesuatu yang sedemikian besar, semut kecil remuk redam, badannya hancur, nyawanya hilang. Tepat ketika dia merasa tak usah kemana-mana, saat yang sama ketika dia berpikir untuk menetap selamanya, di genangan sari mangga.

“Huh! Dasar bocah sembrono, musti aja numpahin apa-apa, musti aja kalo makan berantakan. Sebel aku, kan jadi banyak semut. Udah gitu, aku deh yang disuruh mberesi. Nasip, nasip, jadi babu!” Gerutu si Bibi yang mengerjakan perintah majikan kecilnya, mengelap tumpahan sari mangga yang sempat dikira surga, oleh si semut kecil berumur beberapa hari.

Semut kecil yang terpisah dari keluarganya. Semut kecil yang berniat tinggal selamanya, namun selamanya adalah fana.

Rindu

Keinginan pulang saat sudah jauh berjalan
Lantas ingin pergi ketika sudah asik di rumah sendiri
Menantikan hal yang tak kunjung datang
Kemudian abai ketika sudah menjelang

Mendamba petualangan karena bosan
Mengeluh lelah akibat lama berpayah
Tak ada jalan yang indah, Nak…
Apabila kamu tak melihat sekeliling, luput darimu hal-hal penting.

Lapar saat tak ada sajian
Tiba-tiba enggan saat hidangan diantarkan
Tak ada yang paling nikmat, Nak…
Karena…. ya karena memang tidak ada yang paling.
Semua rata-rata.
Hanya cara kamu melihatnya menjadikannya luar biasa.
Karena manusia hanya mau melihat apa yang mereka ingin lihat saja.

—-

12 Juni 2016, 14:17
Minggu sore di bulan Ramadan yang sangat tenang, sejauh ini sudah tiga kali tidur-bangun-tidur-bangun-tidur-bangun.

Mengumpulkan uang dengan senang.

Apakah buat kamu, judul diatas berkesan terlalu matre? Kalo jawabannya adalah iya, berarti itu hanya penilaian subjektif kamu semata. Karena tujuan dari postingan kali ini adalah baik, niatnya biar kamu seneng gitu menabung dan ngumpulin uang terus nanti kamu akan makin bahagia lagi deh pas  sadar ternyata uangnya udah buanyaaaaaaak. Nah, yang barusan itu emang agak matrelialistis sih.

Sebenarnya ada berbagai cara yang saya lakukan untuk menabung, tapi kali ini saya ceritakan saja tiga cara sederhana menyimpan uang untuk digunakan di kemudian hari, ya…

1. THE GREEN PROJECT

Awalnya saya dapat ide ini dari seorang rekan kantor yang ketika itu, meminta uang Rp. 20.000 yang ada di tangan saya untuk ditukar dua lembar uang pecahan Rp. 10.000 miliknya. Usai pertukaran, si teman bercerita kalau dia sedang dalam misi mengumpulkan pecahan uang dua puluh ribu rupiah sebanyak-banyaknya. Dia dapat ide itu dari mana? dari facebook, sodara-sodara. Katanya dia lihat ada yang posting gambar uang dua puluh ribuan segalon penuh gitu, iya… segalon air mineral itu! lantas teman saya jadi punya ambisi untuk ngumpulin uang dua puluh ribuah segalon juga deh :’)

Kemudian ambisi ini juga menular kepada saya, setelah saya pikir-pikir, nominal dua puluh ribu rupiah itu sebenarnya agak jarang ditemui lho, belum tentu sehari kita dapat selembar, tapi pernah sih saya sehari dapat lima lembar. Yah, tergantung nasip ajasih ya. Dikumpul-kumpulin ternyata asik juga, lumayan gitu deh nilainya kalo si selembar uang dua puluh ribuan itu kumpul bareng teman-temannya sesama uang dua puluh ribuan. Yaiyalah ya.

image
Ya sayang, matamu jeli banget deh. Ini adalah setoples uang kertas berwarna hijau yang tiap lembarnya bernominal 20.000.

Belakangan dari teman lain yang agak lebih internasional gitu, saya tahu kalo kegiatan ngumpulin uang dua pulu ribuan itu istilahnya “THE GREEN PROJECT.” Jadi ya kita kumpulin uang yang warna ijo gitudeh. Untung sekarang pecahan lima ratus rupiah gambar monyet udah gak ada ya. Kalo gak bisa saingan deh dua uang ijo itu.

Iseng googling, ternyata ada artikelnya juga nih tentang seorang perempuan yang ngumpulin uang dua puluh ribu rupiah sampai totalnya jadi sepuluh juta rupiah! Tuh, kamu jadi ngiler kan kalo jumlahnya udah sepuluh juta gitu?  Yaudah, makanya cari dua puluh ribu pertama-mu dulu. Nanti dia manggilin temen-temennya deh, percayalah.

2. THE CALENDAR PROJECT

Cara satu ini lebih gampang lagi sih dari THE GREEN PROJECT, yah gampang-gampang susah lah. Intinya, kita nabung sesuai tanggal gitu. Jadi kalau tanggal satu, ya kita nabung seribu, tanggal dua kita nabung dua ribu, tanggal tiga nabungnya tiga ribu dan begitu seterusnya sampai akhir bulan. Gak kerasa nabung receh eh ternyata diakhir bulan totalnya lumayan lho…..

IMG_9064.JPG
Seperti ini contohnya. Untuk bulan yang punya 30 hari, total uang yang bisa kamu selamatkan adalah 465 ribu rupiah. Lumayan kan?

Ada dua mekanisme yang bisa kamu terapkan nih, tergantung tanggal gajian kamu. Kalo kamu adalah kelompok yang gajian di awal bulan, mungkin bisa dibalik kali nominalnya ya, jadi diawal-awal nabung dengan nominal terbesar dulu, perlahan menurun sampai jadi seribu rupiah di tanggal terakhir bulan itu. Bersyukurlah kalo kamu gajian dia akhir bulan, karena makin banyak tanggalnya kan berarti makin besar nominal yang harus kamu sisihkan, eh kebetulah deh udah gajian di tanggal 25 atau 28-nya. Hore!

3. REKENING TANPA BIAYA ADMINISTRASI

Udah ngumpulin uang dengan dua project diatas, terus uangnya dikemanain? Kalo belum tau mau dibuat apa uang-uang yang tadi itu, simpen aja di Bank. Tapi….. pilih jenis tabungan yang gak membebani kamu dengan biaya administrasi.

Saya mau cerita dikit tentang biaya administrasi bank, yang sepertinya gak seberapa dan sering kita kesampingkan, tapi ternyata lumayan memangkas tabungan kita lho. Kita compare dua bank aja yang kebetulah saya adalah nasabahnya ya. Ini adalah rincian biaya administrasi BANK MANDIRI yang bernilai Rp. 20.000/ bulan. Sementara untuk rincian biaya administrasi BANK BCA sejumlah Rp 17.000-20.0000/ bulan tergantung jenis kartu yang kamu punya. Itu kalo sebulan, kalo setahun berapa? Duh itung-itungan banget ya saya. Jadi daripada kamu kebanyakan account bank dan kebanyakan bayar biaya administrasi, mending kamu bikin aja account TabunganKU yang merupakan program pemerintah dan ada di hampir seluruh bank swasta nasional atau bank BUMN di Indonesia.

image
Begini bentuk kartu ATM dan buku tabungan TabunganKU. Di semua bank desainnya sama, batik-batik gitu. Yang jadi pembeda cuma logo bank-nya aja tuh.

Intinya, si TabunganKU ini gak memotong biaya administrasi gitu, ditambah lagi, nominal awal pembukaan rekening TabunganKU ini gak besar lho, cukup 20.000 sampai 50.000 rupiah, sementara kalo account bank biasa, rata-rata harus nabung 500.000 rupiah gitu di awal. TabunganKU ini juga cocok banget buat kita yang emang pengen nabung, karena di beberapa bank, akses penarikan uang dari account tabunganku agak tidak terlalu mudah. Contoh di Bank Mandiri, satu hari nasabah hanya bisa menarik uang maksimal satu juta rupiah dari ATM, kalau mau lebih dari itu harus ke teller. Berbeda-beda sih mekanisme di tiap bank, tapi intinya, sistem yang ada emang sengaja dibuat untuk gak gampang diakses. Biar kamu gak gatel sering ngambilin uangnya gitu deh.

Kalo mau bikin account TabunganKU, dateng aja ke Bank dan tanya langsung ke customer service, inget, kamu harus fokus ya kalo tujuan kamu adalah buka rekening TabunganKU, bukan buka tabungan biasa gitu. Karena seringnya entah kenapa, petugas customer service bank tuh semacam gak rela kalo ada nasabah yang lebih milih TabunganKU dibanding tabungan produk Bank mereka.

Wah gak kerasa panjang juga ya tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan menggerakkan hasrat kamu untuk menabung.

“Karena menabung itu sebenarnya gampang, paling tidak gak lebih susah dibanding MOVE ON dari pacar yang udah barengan sekian lama” -Lah malah curcol. Iya, ini quote saya :’)