Berpikir jauh kedepan

Sally nama gadis itu, dia memutuskan untuk selalu berpikir kedepan. Bukan untuk merancang bagaimana kehidupan kelak, tapi semata agar hidupnya tidak terlalu pekak karena suara-suara di pikirannya. Suara bising, membisikkan aneka jenis pikiran, dari kepalanya sendiri. Hanya dia saja.

time-running-out

Sejak duduk di bangku SMP, Sally selalu merasa bahwa tubuhnya lebih besar dari teman-teman perempuan yang seusianya. Ketika SMA, perasaan yang sama masih juga ada di benak Sally. Pun begitu ketika Sally duduk di bangku kuliah. “Duh, gue gendut banget deh…” Sally membatin setiap kali usai berselfie atau sekedar foto bersama dengan kawan-kawannya.

Waktu berlalu, Sally kini sudah berusia 25 tahun. Melihat kembali foto-foto kenangan ketika Sally berkuliah, segaris senyum terlukis di wajahnya. “Wah, ternyata gue kurus ya pas kuliah. Sekarang gue gendut banget…”

Membalik album kenangan, perhatian Sally terpaku pada foto yang mengabadikan momen ulang tahun sahabatnya kala SMA. Di foto itu Sally mengenakan kemeja bermotif bunga-bunga berwarna kuning dengan campuran jingga, dipadu celana jeans model cutbray yang ketika itu sedang sangat populer di kalangan remaja. “Gilak, pas SMA gue sekurus ini tho… sama lah sama anak-anak perempuan lainnya..”

Satu lagi foto yang menarik mata Sally. Gambar lima bocah berseragam putih biru yang sedang bergaya di lapangan sekolah. Sally kenal sekali dengan gadis kecil yang tersenyum sumringah, sambil menenteng jajanan favoritnya, cimol bumbu keju balado. “Ck..ck..ck.. pas SMP ternyata gue gak gede-gede banget ya. Kok dulu gue mikirnya gue paling gede diantara anak perempuan lain. Mereka kurus dan gue gendut… tapi kalo sekarang gue liat di foto ini. Sama ah ukuran badannya…”

Melihat kembali kenangan masa lalu membuat Sally terpaku. Sally sadar bahwa betapa selama ini pikirannya telah banyak membohongi Sally. Tentang bagaimana sang pikiran membuat Sally merasa selama ini bobot badannya lebih berat dibandingkan kawan sebaya. Tentang kelakuan pikirannya yang membuat Sally percaya bahwa Bagas, mantan pacarnya ketika SMP adalah lelaki yang baik dan penyayang serta setia. Bahwa ketika Sally dan Bagas putus saat SMA karena Sally mendapati Bagas selingkuh dengan teman Les nya, adalah kesalahan Sally, karena Sally sibuk dengan segudang ekskul yang diikutinya. Pikirannya juga pernah membuat Sally percaya bahwa tidak ada lelaki lain yang lebih baik, penyanyang, perhatian dan layak untuk dicintai selain Bagas.

Belasan tahun kemudian, Sally yang kini berusia 25 tahun hanya bisa tersenyum. Kadang pula tertawa, mengingat kembali bagaimana pikirannya membodohinya. Sally yang berusia 25 tahun belajar banyak, tersadar bahwa dia semestinya berpikir jauh kedepan.

Bahwa semuanya akan berlalu, dan segala cerita sial maupun kesedihan suatu saat akan menjadi bahan bercandaan yang lucu. Hidup itu lucu. Selucu anak SMP yang selalu merasa tubuhnya gemuk, padahal ukuran bajunya ketika itu adalah “S”. Hidup itu lucu. Selucu anak SMA yang baru merasakan cinta monyet dan perpikir itu adalah cinta terakhirnya.

Hidup itu lucu, selucu gadis 25 tahun yang kebingungan tentang apa yang harus dia lakukan di dalam hidupnya.Setidaknya cerita ini akan menjadi lucu, ketika sang gadis sudah menginjak usia 30 tahun, atau ketika dia sudah bertemu dengan tujuannya.

Sampai saat itu tiba, ingat saja…. berpikirlah jauh kedepan. Bukan untuk berencana, tapi untuk percaya bahwa semuanya akan lucu pada waktunya. Ah, nanti juga semuanya akan baik-baik saja.

Jakarta, 23 Maret 2017. 3:27 AM. Ditulis oleh manusia yang mendadak ingin menulis tapi tidak tahu ingin menulis apa, manusia yang harusnya tidur dan beristirahat, namun belum tahun bagaimana caranya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s