Rindu

Keinginan pulang saat sudah jauh berjalan
Lantas ingin pergi ketika sudah asik di rumah sendiri
Menantikan hal yang tak kunjung datang
Kemudian abai ketika sudah menjelang

Mendamba petualangan karena bosan
Mengeluh lelah akibat lama berpayah
Tak ada jalan yang indah, Nak…
Apabila kamu tak melihat sekeliling, luput darimu hal-hal penting.

Lapar saat tak ada sajian
Tiba-tiba enggan saat hidangan diantarkan
Tak ada yang paling nikmat, Nak…
Karena…. ya karena memang tidak ada yang paling.
Semua rata-rata.
Hanya cara kamu melihatnya menjadikannya luar biasa.
Karena manusia hanya mau melihat apa yang mereka ingin lihat saja.

—-

12 Juni 2016, 14:17
Minggu sore di bulan Ramadan yang sangat tenang, sejauh ini sudah tiga kali tidur-bangun-tidur-bangun-tidur-bangun.

Advertisements

Miliar

image

Dari atas pesawat, kota kita terlihat kecil.
Rumah-rumah sesak berjejalan, atap jingga atau merah bata.
Dari atas pesawat, perasaan ini semakin ganjil.
Sadar aku bahwa semua punya rahasia.

Memandang kota dari jendela, di atas langit.
Mengagumi gumpalan awan berserakan
Sejenak tadi ada pelangi…
Cepat ia lenyap sebelum lensa aku bidikkan

Begitulah, waktu sering tak tepat
Mungkin bukan waktu, tapi kita yang kurang cermat
Ah, lagipula aku selalu memilih berlalu dari berhenti.
Meninggalkan kamu sendiri dengan tanyamu tentang semua ini.

Di balik jendela di atas langit, ku lemparkan tanya dengan sejumput pikiran sempit….
“Dari miliaran atap jingga dan merah bata , rumahmu yang mana?”

Jumat, 10 Juni 2016.
4:36 PM

The perks of being a mortal

Kepastian bahwa manusia punya ajalnya masing-masing adalah mengerikan buat banyak orang. Dari zaman Socrates, kematian adalah hal yang ditakutkan para homo sapiens.
Namun demikian, seiring berjalannya waktu, saya menemukan beberapa keuntungan menjadi mahluk yang pasti mati dan tidak abadi.

image

Gak akan banyak ulang tahun
Ih inituh hal yang enak tau, jadikan kita gak usah banyak neraktir orang dalam kesempatan yang gak kalah banyak. Terus juga orang-orang itu gak perlu beli lilin angka sampai tiga buah. Paling berapa sih umur manusia jaman sekarang? Gak nyampe ratusan. Yang mati muda, banyak!

Jadi lebih optimistic
Ngaku deh, sepanjang hidup, berapa banyak target yang udah kamu buat?
Umur 17 tahun target punya patjar atau kalo gak punya sim terus bawa kendaraan sendiri terus jadi bisa cari patjar deh. Umur 19 tahun target masuk perguruan tinggi bergengsi, terus ketemu lawan jenis yang satu visi, ngobrolnya nyambung, terus dipatjarin deh. Patjar yang ketemu waktu umur 17 tahun dikemanain? Ya kalo masih belum putus dijalanin aja sekalian, toh hidup ini gak selamanya kan. Hahahaha
Terus umur 22 target punya kerjaan kece, di tempat kerja kalo ada lawan jenis yang gak kalah kece, boleh juga tuh dijadiin… Apa? Yup! Sekarang kamu Udah ngerti banget ya… Mari kita ucapkan bersama-sama… “Patjar!”
Waduh kok targetnya patjar semua yak. Ya gitu deh, dalam tiap stage age, kita pasti punya target dan jadi optimistis, karena kita tau disatu saat hidup kita akan berenti gitu. Jadi kita cepet-cepet deh pasang target. Berlomba-lomba meraih kesuksesan gitu. Kalo kita gak mati-mati, mungkin banyak manusia yang akan menargetkan untuk lulus kuliah ketika mereka berumur 2589 tahun. Toh gak mati-mati ini yakan.

Gak perlu ngerasain sakitnya wolverine & captain america.
Eits, kata siapa wolverine gak bisa sakit? Iyasih manusia serigala bertulang adamantium ini punya kemampuan self healing yang mengukuhkan imortality-nya dia. Begitu juga captain america yang kebal segala serangan musuh berkat tameng andalan dan kekuatan fisik yang super banget sampai gak bisa mati. Tapi keabadian pun nyatanya gak membuat hati si Wolverine yg maha gagah dan sang captain yang kulitnya masih kuenceng dan kekeur meskipun udah idup sejak perang dunia kedua itu jauh dari sifat rapuh, fragile, dan segala kata sifat yang bertentangan dengan sesuatu yg kuat perkasa. Sampai-sampai keduanya harus menahan rasa sakit sedemikiam rupa di hati ketika ngeliat satu-persatu orang yang mereka sayang harus pergi, mati. Terus mereka nangis, sedih gitu, karena mereka gak mati-mati dan teman-temannya, patjarnya, keluarganya, semua yang pernah berarti di hidupnya mereka….mati. Ninggalin mereka yang terjebak dalam keabadian. Tau dong rasanya ditinggalin tuh kayak gimana?
Dan kedua tokoh ini harus SIAP ditinggalkan para mahluk mortal kesayangan mereka, sepanjang hidupnya. Ouch!

Bisa pake hesteg #YOLO
Yoi, bro!!! You Only Live Once gitudeh…
So you can do whatever you want to do gitudeh…
So you can take selfies everywhere, posting whatever things as you pleased and type the hastag #YOLO. Yeay!
Entah itu melakukan hal-hal paling konyol, bodoh, atau membahayakan diri sendiri juga orang lain, dapat dimaklumi kalo kamu pakai hastag #YOLO. Udah, segitu aja penjelasan saya untuk bagian ini. #YOLO RENUNGIN AJA SEMAMPU LO, YO….

Jadi lebih berhati-hati
Karena kita takut mati tapi kita sebagai manusia sadar banget kalo banyak hal di dunia ini yang bisa bikin kita mati, kita jadi akan lebih berhati-hati. Kita kalo nyebrang jadi liat kanan kiri gitukan, atau akan lebih milih naik jembatan penyebrangan aja.
Terus kalo berenang di laut juga kita jadi liat-liat, kalo ombaknya gede, ya kita liatin aja dari tepi pantai, gak jadi nyebur, daripada kebawa ombak, tenggelem terus mati.
Kita kalo ngomong juga jadi hati-hati, karena takut nyakitin hati orang lain terus berujung dendam terus orang itu bikin kita mati, entah dengan racun atau mutilasi. Wah kok ini serem ya, tapi ini terjadi, di dunia ini. Baca portal Berita online gih kalo gak percaya.

There is not love of life without despair about life. -Albert Camus, The Stranger-