Uang dan apa yang (baiknya) kita lakukan padanya.

Sebagai manusia yang berada di bawah naungan rasi bintang Taurus, uang merupakan satu dari beberapa hal yang (katanya sih) kami para Taurean handal dalam menanganinya. Bisa jadi benar, bisa juga tidak. Anyway, intinya mah, di postingan ini saya mau berbagi tentang apa itu uang dan bagaimana memanfaatkan mereka.

APA SIH UANG ITU?

Uang adalah alat tukar! ya, itu jawaban yang akan kita temukan kalo buka buku IPS kelas 2 SMP, atau kalo buka wikipedia juga sih. Nah, jadi selayaknya alat tukar, kita harus paham dulu kalo gunanya uang itu ya emang buat ditukar……dengan beragam hal yang kita butuhkan atau kita inginkan (Jadi kalo kamu butuh perhatian, kayaknya gak bisa deh dibeli pake uang. Eh mungkin bisa aja sih ya kalo jaman sekarang gini. Entahlah)

selama-januari-2014-rupiah-hanya-melemah-07-persen.jpg
Kenalin, mereka adalah rupiah, uang-nya Republik Indonesia. Oh udah kenal ya?Ā  Bagus!

Nah setelah menyamakan persepsi tentang uang si alat tukar, maka kedepannya kita akan lebih gampang mengatur penggunaan si alat tukar yang sudah disepakati bersama di suatu daerah/ negara ini. Karena merupakan alat tukar, jadi sah aja kalo kita tukar uang-uang yang kita dapat dengan buku, baju, gadget, makanan enak, jalan-jalan kemana gitu, atau dihamburin aja di jalan untuk ditukar dengan kebahagiaan mereka-mereka yang berebutan ngambilin uang gitu kan. Terserah kitalah pokoknya. Tapi…. kita juga perlu ingat bahwa kita hidup bukan hanya untuk sekarang tapi juga besok, dan nanti. Dari itulah, si alat tukar ini baiknya jangan kamu tukerin semua dengan segala hal yang bisa bikin kamu bahagia sekarang. Nanti kamu gimana? Makanya kamu harus…

MENABUNG

Duh, nasehat yang old school banget ya. ME-NA-BUNG! Susah-susah gampang nih kegiatan yang satu ini, tapi percaya deh, nabung itu gak ada ruginya. Nah biar kita rajin nabung, kita harus punya tujuan dulu. Buat apa sih uang yang ditabung ini nantinya? Buat beli mobil, rumah, biaya kuliah, atau buat beli hadiah untuk mamah. Selayaknya hidup yang butuh motivasi, nabung juga harus jelas tujuannya, jadi kita akan makin terarah. Pernah saya baca di sebuah artikel katanya sih, rasio tabungan yang bagus tuh kalo perbulannya kita bisa menyisihkan 10-30% dari pendapatan kita untuk ditabung. Tadinya, di situs QM Financial, ada kalkulator pendapatan gitu, berapa persen yang layak kita belanjakan, berapa ditabung, berapa buat lain-lainnya… tapi sekarang udah gak ada šŸ˜¦

save_money_with_managed_services.png
Tuh, beberapa alasan yang mungkin bisa jadi penyemangat kamu untuk nabung.

Karena menabung adalah salah satu dari banyak hal-hal kecil yang saya suka lakukan dalam hidup ini, saya mau sharing beberapa cara menabung yang menyenangkan, ringan, tapiĀ  lumayan berdampak signifikan (tsaelah….) Coba klik aja LINK INI.

Selain ditabung, hal lain yang bisa kamu lakukan dengan uang adalah…

 

BERBAGI

Kamu dapat uang seneng gak? Seneng dong! Terus kamu pernah dengerĀ  gak pepatah Inggris yang bunyinya “A shared sadness is half the sadness, a shared happiness is twice the happiness” ? nah kalo belum pernah, setidaknya sekarang kamu udah baca pepatah itu ya.

Kalau di dalam islam, ada kewajiban zakat agar manusia saling berbagi dan membantu saudaranya sesama manusia. Banyak jenis zakat, tapi ada zakat yang baiknya kita keluarkan tiap abis gajian atau dapat penghasilan, besarannya gak banyak kok, cuma 2.5%, paling juga gak sampe bisa kebeli mobil baru tuh jumlah segitu, tapi bisa membuat orang lain terbantu. Kalo dalam Islam disebutkan bahwa zakat itu bisa menyucikan harta yang kita punya, karena sesungguhnya 2.5% dari yang kita dapat itu merupakan hak orang lain.

Kalau mau dilihat dari aspek manusiawinya, memberikan uang ke orang yang membutuhkan bisa bikin kita senang sih, jadi berasa berguna aja gitu kan, feels like a hero, bro. Iya gak sih? kalo saya sih gitu… (dih maksa.)

tumblr_mlsxwgzbHZ1s9oim5o1_500.png
Kalau kita bikin manusia bahagia, Tuhan yang menciptakan manusia juga pasti akan bahagia ngeliatnya.

HAMBURKAN!!!!

Yes darling, hamburkan uang mu karena memang itu hakikatnya uang. Spend it, spend them all! Balik lagi sih ke statement pembuka diatas, bahwa uang adalah alat tukar yang gunannya ya ditukarkan dengan apapun yang bisa ditukar dengan uang (duh muter-muter ya, kak.)

Yaudah lah, kalo masalah menghamburkan uang mah kayaknya semua orang udah jago ya, jadi gak perlu ada pembahasan panjang soal ini. KAMU UDAH AHLI, DAN KITA SEMUA TAHU ITU. Tapi nih ya, katanya sih, penghamburan uang itu dibagi dalam dua kelompok besar, yakni kelompok BIAYA HIDUP yang idealnya makan porsi maksimal 40% dari pendapatan dan kelompok GAYA HIDUP yang idealnya (katanya sih) menghabiskan 15 % dari total pendapatan kita perbulan.

BIAYA HIDUP meliputi berbagai kewajiban seperti bayar tagihan, beli makanan, transportasi, atau hal-hal lain yang kalo gak kita bayar/beli maka runyamlah sudah kehidupan kita. Nah kalo post gaya hidup itu…. hm… semacam hal-hal cukup membantu kita dan kita butuhkan juga sih ya, tapi gak segenting itu untuk tetap diperjuangkan. Contohnya, kita butuh ngopi gitu kan ya untuk tetap fokeus menjalani aktivitas sehari-hari, nah kopi-nya ini bisa masuk pos BIAYA HIDUP, tapi ngopi merk apa atau ngopi di mana-nya ini bisa masuk pos GAYA HIDUP. Jadi pinter-pinternya kita ajalah menyiasatinya. Gimana, udah jelas belum? Kalo belum jelas, ya…. gimana ya. Saya-nya udah lelah nih ngetik beginian. Jadi resiko kamu sendiri lah ya kalo belum jelas. Salah sendiri gak gampang ngerti! (dih galak ya.) Hahahaha well anyway, sampai jumpa di postingan selanjutnya yang entah akan membahas tentang apa.

“When it’s a question of Money, everybody is the same religion” -Voltaire

Advertisements

Mengumpulkan uang dengan senang.

Apakah buat kamu, judul diatas berkesan terlalu matre? Kalo jawabannya adalah iya, berarti itu hanya penilaian subjektif kamu semata. Karena tujuan dari postingan kali ini adalah baik, niatnya biar kamu seneng gitu menabung dan ngumpulin uang terus nanti kamu akan makin bahagia lagi deh pasĀ  sadar ternyata uangnya udah buanyaaaaaaak. Nah, yang barusan itu emang agak matrelialistis sih.

Sebenarnya ada berbagai cara yang saya lakukan untuk menabung, tapi kali ini saya ceritakan saja tiga cara sederhana menyimpan uang untuk digunakan di kemudian hari, ya…

1. THE GREEN PROJECT

Awalnya saya dapat ide ini dari seorang rekan kantor yang ketika itu, meminta uang Rp. 20.000 yang ada di tangan saya untuk ditukar dua lembar uang pecahan Rp. 10.000 miliknya. Usai pertukaran, si teman bercerita kalau dia sedang dalam misi mengumpulkan pecahan uang dua puluh ribu rupiah sebanyak-banyaknya. Dia dapat ide itu dari mana? dari facebook, sodara-sodara. Katanya dia lihat ada yang posting gambar uang dua puluh ribuan segalon penuh gitu, iya… segalon air mineral itu! lantas teman saya jadi punya ambisi untuk ngumpulin uang dua puluh ribuah segalon juga deh :’)

Kemudian ambisi ini juga menular kepada saya, setelah saya pikir-pikir, nominal dua puluh ribu rupiah itu sebenarnya agak jarang ditemui lho, belum tentu sehari kita dapat selembar, tapi pernah sih saya sehari dapat lima lembar. Yah, tergantung nasip ajasih ya. Dikumpul-kumpulin ternyata asik juga, lumayan gitu deh nilainya kalo si selembar uang dua puluh ribuan itu kumpul bareng teman-temannya sesama uang dua puluh ribuan. Yaiyalah ya.

image
Ya sayang, matamu jeli banget deh. Ini adalah setoples uang kertas berwarna hijau yang tiap lembarnya bernominal 20.000.

Belakangan dari teman lain yang agak lebih internasional gitu, saya tahu kalo kegiatan ngumpulin uang dua pulu ribuan itu istilahnya “THE GREEN PROJECT.” Jadi ya kita kumpulin uang yang warna ijo gitudeh. Untung sekarang pecahan lima ratus rupiah gambar monyet udah gak ada ya. Kalo gak bisa saingan deh dua uang ijo itu.

Iseng googling, ternyata ada artikelnya juga nih tentang seorang perempuan yang ngumpulin uang dua puluh ribu rupiah sampai totalnya jadi sepuluh juta rupiah! Tuh, kamu jadi ngiler kan kalo jumlahnya udah sepuluh juta gitu?Ā  Yaudah, makanya cari dua puluh ribu pertama-mu dulu. Nanti dia manggilin temen-temennya deh, percayalah.

2. THE CALENDAR PROJECT

Cara satu ini lebih gampang lagi sih dari THE GREEN PROJECT, yah gampang-gampang susah lah. Intinya, kita nabung sesuai tanggal gitu. Jadi kalau tanggal satu, ya kita nabung seribu, tanggal dua kita nabung dua ribu, tanggal tiga nabungnya tiga ribu dan begitu seterusnya sampai akhir bulan. Gak kerasa nabung receh eh ternyata diakhir bulan totalnya lumayan lho…..

IMG_9064.JPG
Seperti ini contohnya. Untuk bulan yang punya 30 hari, total uang yang bisa kamu selamatkan adalah 465 ribu rupiah. Lumayan kan?

Ada dua mekanisme yang bisa kamu terapkan nih, tergantung tanggal gajian kamu. Kalo kamu adalah kelompok yang gajian di awal bulan, mungkin bisa dibalik kali nominalnya ya, jadi diawal-awal nabung dengan nominal terbesar dulu, perlahan menurun sampai jadi seribu rupiah di tanggal terakhir bulan itu. Bersyukurlah kalo kamu gajian dia akhir bulan, karena makin banyak tanggalnya kan berarti makin besar nominal yang harus kamu sisihkan, eh kebetulah deh udah gajian di tanggal 25 atau 28-nya. Hore!

3. REKENING TANPA BIAYA ADMINISTRASI

Udah ngumpulin uang dengan dua project diatas, terus uangnya dikemanain? Kalo belum tau mau dibuat apa uang-uang yang tadi itu, simpen aja di Bank. Tapi….. pilih jenis tabungan yang gak membebani kamu dengan biaya administrasi.

Saya mau cerita dikit tentang biaya administrasi bank, yang sepertinya gak seberapa dan sering kita kesampingkan, tapi ternyata lumayan memangkas tabungan kita lho. Kita compare dua bank aja yang kebetulah saya adalah nasabahnya ya. Ini adalah rincian biaya administrasi BANK MANDIRI yang bernilai Rp. 20.000/ bulan. Sementara untuk rincian biaya administrasi BANK BCA sejumlah Rp 17.000-20.0000/ bulan tergantung jenis kartu yang kamu punya. Itu kalo sebulan, kalo setahun berapa? Duh itung-itungan banget ya saya. Jadi daripada kamu kebanyakan account bank dan kebanyakan bayar biaya administrasi, mending kamu bikin aja account TabunganKU yang merupakan program pemerintah dan ada di hampir seluruh bank swasta nasional atau bank BUMN di Indonesia.

image
Begini bentuk kartu ATM dan buku tabungan TabunganKU. Di semua bank desainnya sama, batik-batik gitu. Yang jadi pembeda cuma logo bank-nya aja tuh.

Intinya, si TabunganKU ini gak memotong biaya administrasi gitu, ditambah lagi, nominal awal pembukaan rekening TabunganKU ini gak besar lho, cukup 20.000 sampai 50.000 rupiah, sementara kalo account bank biasa, rata-rata harus nabung 500.000 rupiah gitu di awal. TabunganKU ini juga cocok banget buat kita yang emang pengen nabung, karena di beberapa bank, akses penarikan uang dari account tabunganku agak tidak terlalu mudah. Contoh di Bank Mandiri, satu hari nasabah hanya bisa menarik uang maksimal satu juta rupiah dari ATM, kalau mau lebih dari itu harus ke teller. Berbeda-beda sih mekanisme di tiap bank, tapi intinya, sistem yang ada emang sengaja dibuat untuk gak gampang diakses. Biar kamu gak gatel sering ngambilin uangnya gitu deh.

Kalo mau bikin account TabunganKU, dateng aja ke Bank dan tanya langsung ke customer service, inget, kamu harus fokus ya kalo tujuan kamu adalah buka rekening TabunganKU, bukan buka tabungan biasa gitu. Karena seringnya entah kenapa, petugas customer service bank tuh semacam gak rela kalo ada nasabah yang lebih milih TabunganKU dibanding tabungan produk Bank mereka.

Wah gak kerasa panjang juga ya tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan menggerakkan hasrat kamu untuk menabung.

“Karena menabung itu sebenarnya gampang, paling tidak gak lebih susah dibanding MOVE ON dari pacar yang udah barengan sekian lama” -Lah malah curcol. Iya, ini quote saya :’)

Somebody for someone

Duh, agak galau gak sih judulnya itu? Ya tergantung perasaan kamu yang lagi baca ajasih gimana menginterpretasikannya. Postingan kali ini saya buat berdasarkan riset penuh rasa sok tahu dan pengalaman berbincang dengan beberapa teman yang pernah punya seseorang yang sangat berarti dalam hidup mereka, dan kini entah dimana si seseorang itu, atau tau sih si seseorang itu ada dimana dan sering stalking account sosial medianya gitu, cuma ya si seseorang itu udah gak “ditempatnya” lagi. Ihiks :’)

Berbicara soal tempat, iseng saya cari makna kata “tempat” dulu lah, biar postingan ini terkesan sedikit ilmiah karena ada risetnya ya…

Merujuk pada website KBBI, kata “tempat” memiliki delapan makna tergantung penggunaannya. Tempat/temĀ·pat/ n 1 sesuatu yang dipakai untuk menaruh (menyimpan, meletakkan, dan sebagainya); wadah; bekas: — obat; — tinta; 2 ruang yang tersedia untuk melakukan sesuatu: — belajar; — duduk; 3 ruang yang dipakai untuk menaruh: — pembuangan sampah; — sepeda; 4 ruang yang didiami (ditinggali) atau ditempati: — kediaman; — tinggal; 5 bagian yang tertentu dari suatu ruang : hal itu bergantung pada waktu dan — nya; 6 negeri (kota, desa, daerah, dan sebagainya): di beberapa — dapat ditanam anggur; 7 sesuatu yang dapat (dipercaya) menampung (tentang isi hati, keluhan, pertanyaan, dan sebagainya): sehari-harian sayalah — ia berbicara dan berunding; — berkata; 8 kedudukan; keadaan; letak (sesuatu): di kantor itu ia sudah mendapat — yang baik; tidak pada — nya, tidak sesuai dengan keadaannya; tidak pantas;

Apabila membaca penjelasan diatas, rasa-rasanya definisi nomer empat dan nomer tujuh paling kece dan cocok untuk semua definisi menye-menye.

“Semua orang punya tempat untuk seseorang di hati mereka” kata mutiara ini pasti diam-diam diamini sama yang baca. Lantas jadi keinget deh itu hati udah pernah ditempatin siapa aja, atau malah sampai sekarang masih ada penumpang gelapnya, mungkin.

Terus jadi intinya postingan ini mau ngomongin apa??? Ah, bingung juga….. berhenti nulis aja apa ya… Ah tapi jangan, udah terlalu banyak hal yang saya mulai dan tidak pernah terselesaikan di dunia ini, dan tulisan ini tidak akan jadi salah satunya. Jadi……… intinya kita sebagai manusia, patutnya paham bahwa setiap kita punya peranan masing-masing dalam hidup, baik itu hidup kita sendiri atau hidupnya orang lain. Dari itu, hedaklah kita maklum jika ternyata kita bukan satu-satunya orang yang ada di hati pasangan, pacar, kekasih atau apalah sebutan yang kamu sematkan untuk orang yang sering bikin perasaan kamu berbunga-bunga dan membuat kamu senang untuk sekedar berada di dekat dia. Cieeeeeeeee.

Banyak cerita dari teman-teman saya, bahwa mereka punya seseorang yang masih numpang di hati mereka meskipun sekarang mereka punya pasangan lain. Wajar lah, namanya juga manusia. Toh dari lahir kita udah diajarkan untuk membagi cinta dan kasih sayang pada lebih dari satu orang. Eits ntar dulu, bukan maksudnya bagi-bagi kasih sayang macem selingkuh gitu, bukan…. tapi dari kecil, kita kan sudah diajarkan untuk sayang sama ayah, ibu, serta saudara-saudara kita. Terus gimana caranya pas udah gede dan ngerti romansa kita bisa cuma cinta sama satu orang aja?Ā  Kalo yang gak setuju, mending nonton dulu film yang judulnya “Before We Go” yang diperankan dan disutradarai Chris Evans. Tentang apa? nonton ajalah, saya gak mau cerita.

Intinya, mungkin gak sih kita mencintai lebih dari satu orang dalam saat yang bersamaan?? MUNGKIN BANGET. Ya, jawaban saya yang udah denger cerita beberapa pihak dan udah nonton film “Before We Go” dan juga udah (ehem) sedikit belajar dari pengalaman, ya nyatanya mungkin aja kita sayang atau cinta sama beberapa orang (diluar keluarga) secara bersamaan. Namun dalam perjalanannya, kita belajar bahwa cinta yang banyak tidak melulu baik, bahkan gak jarang menyakitkan bagi beberapa orang. Dari itulah kawan-kawan, ada yang disebut komitmen. Apa?? ko-mit-men, bro….

….ko-mit-men!

Saya juga gak terlalu paham dan agak ngeri sama kata yang satu itu sih, karena satu-satunya komitmen yang sampai sekarang saya bisa jalani adalah untuk selalu bahagiakan ayah dan ibu juga diri sendiri.Udah, itu aja.

Ah, jadi saya gak capable ya untuk menulis lanjutan artikel sok menasehati ini. Yasudah sampai disini saja. Sampai jumpa di postingan berikutnya yang entah kapan akan ada.